Minggu, 08 Juni 2014



Tugas Akhir Media Pembelajaran
RANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL ASSURE UNTUK SISWA KELAS VII MTsN PADANG PANJANG



Sebagai Tugas Akhir Dalam Mata Kuliah Media Pembelajaran








Dosen Pembimbing
Dr. Indrati Kusumaningrum, M.Pd






Oleh:
Liza Fitri (1303894)




PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014


BAB I
PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
A.    Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan (Azhar Arsyad, 2011:3). Menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Azhar Arsyad (2011), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi dan kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Sedangkan menurut Criticos yang dikutip oleh Daryanto (2011:4) media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu benda atau komponen yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa dalam proses belajar. Media pembelajaran adalah sarana penyampaian pesan pembelajaran kaitannya dengan model pembelajaran langsung yaitu dengan cara guru berperan sebagai penyampai informasi dan dalam hal ini guru seyogyanya menggunakan berbagai media yang sesuai.
Media pembelajaran adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.
Menurut Heinich yang dikutip oleh Azhar Arsyad (2011:4), media pembelajaran adalah perantara yang membawa pesan atau informasi bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran antara sumber dan penerima.
B. Penggunaan dan Pemilihan Media Pembelajaran
Menurut Strauss dan Frost dalam Dina Indriana (2011:32) mengidentifikasikan sembilan factor kunci yang harus menjadi pertimbangan dalam memilih media pengajaran. Kesembilan faktor kunci tersebut antara lain batasan sumber daya institusional, kesesuaian media dengan mata pelajaran yang diajarkan, karakteristik siswa atau anak didik, perilaku pendidik dan tingkat keterampilannya, sasaran pembelajaran mata pelajaran, hubungan pembelajaran, lokasi pembelajaran, waktu dan tingkat keragaman media.
Sedangkan menurut Arief S. Sadiman, dkk (2011:84) mengemukakan pemilih media antara lain adalah
 a) bermaksud mendemonstrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media,
b) merasa sudah akrab dengan media tersebut, misalnya seorang dosen yang sudah terbiasa menggunakan proyektor transparansi,
 c) ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkret, dan
 d) merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan, misalnya untuk   menarik minat atau gairah belajar siswa.
Pendapat lain mengungkapkan bahwa dalam memilih media hendaknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:
a. Kemampuan mengakomodasikan penyajian stimulus yang tepat (visual dan/ atau     audio)
b. Kemampuan mengakomodasikan respon siswa yang tepat (tertulis, audio, dan/ atau kegiatan fisik)
c. Kemampuan mengakomodasikan umpan balik
d. Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian informasi atau stimulus, dan untuk latihan dan tes (sebaiknya latihan dan tes menggunakan media yang sama)
e. Tingkat kesenangan (preferensi lembaga, guru, dan pelajar) dan keefektivan biaya (Azhar Arsyad, 2011:71)
C. Fungsi Media Pada Pembelajaran
Menurut Azhar Arsyad (2011:15) fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Sedangkan menurut Hamalik (dalam Azhar Arsyad, 2011) bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Menurut Arif S. Sadiman, dkk (2011) menyebutkan bahwa kegunaan-kegunaan media pembelajaran yaitu:
a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis.
b. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
c. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik.
d. Memberikan perangsang belajar yang sama.
e. Menyamakan pengalaman.
f. Menimbulkan persepsi yang sama.
D. Jenis Media Pembelajaran
Sejalan dengan perkembangan teknologi, maka mediapembelajaran pun mengalami perkembangan melalui pemanfaatan teknologi itu sendiri. Berdasarkan teknologi tersebut, Azhar Arsyad (2011) mengklasifikasikan media atas empat kelompok, yaitu :
a. Media hasil teknologi cetak.
b. Media hasil teknologi audio-visual.
c. Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer.
d. Media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer.
Klasifikasi media pembelajaran menurut Seels dan Glasgow (dalam Azhari Arsyad 2011:33) membagi media kedalam dua kelompok besar, yaitu : media tradisional dan media teknologi mutakhir.
a. Pilihan media tradisional
1) Visual diam yang diproyeksikan yaitu proyeksi apaque, proyeksi overhead, slides, filmstrips.
2) Visual yang tak diproyeksikan yaitu gambar, poster, foto, charts, grafik, diagram, pameran, papan info, papan-bulu.
3) Audio yaitu rekaman piringan, pita kaset, reel, cartridge.
4) Penyajian multimedia yaitu slide plus suara (tape).
5) Visual dinamis yang diproyeksikan yaitu film, televisi, video.
6) Media cetak yaitu buku teks, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah, lembaran lepas (hand-out).
7) Permainan yaitu teka-teki, simulasi, permainan papan.
8) Media realia yaitu model, specimen (contoh), manipulatif (peta, boneka).

b. Pilihan media teknologi mutakhir
1) Media berbasis telekomunikasi yaitu telekonferen, kuliah jarak jauh.
2) Media berbasis mikroprosesor yaitu computer-assisted instruction, permainan komputer, sistem tutor intelijen, interaktif, hipermedia, compact (video) disc.
Sedangkan klasifikasi media pembelajaran menurut Ibrahim yang dikutip oleh Daryanto (2011) media dikelompokkan berdasarkan ukuran dan kompleks tidaknya alat dan perlengkapannya atas lima kelompok, yaitu media tanpa proyeksi dua dimensi, media tanpa proyeksi tiga dimensi, audio, proyeksi, televisi, video, dan komputer.
Kemp & Dayton yang dikutip oleh Azhar Arsyad (2011:37) mengelompokkan media kedalam delapan jenis, yaitu : media cetakan, media pajang, overhead transparancies, rekapan audiotape, seri slide dan filmstrips, penyajian multi-image, rekaman video dan film hidup, komputer.

BAB II

 MODEL ASSURE UNTUK MEMBANTU PEMBELAJARAN

Semua Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang cermat. tidak terkecuali mengajar dengan teknologi pembelajaran dan media. 
            Media yang digunakan adalah gambar segitiga untuk menemukan rumus luas segitiga sebelum kita menggunakan media tersebut kita harus meanalisis terlebih dahulu, supaya kita mampu menggunakan media sebaik mungkin, untuk itu kita gunakan model ASSURE.
A: Analisis siswa, Menurut Heinich (1996), siswa dapat dianalisis menyangkut (1) karakteristik umum siswa, (2) kompetensi khusus (pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa), (3) gaya belajar siswa.
(1)   karakteristik umum peserta didik,
Menurut Heinich (1996) yang termasuk karakteristik umum adalah umur, tingkat kemampuan, faktor budaya atau sosial ekonomi. Biasanya analisis awal dari karakteristik siswa dapat membantu dalam menyeleksi metode dan media pembelajaran.
Saya mengajar di MTsN Padang Panjang Pada Kelas VII. Kelas VII terdiri dari 10 kelas dengan masing-masing kelas terdiri dari 36 siswa, baik laki-laki maupun perempuan. Sekolah ini adalah salah satu sekolah  terfavorit di Sumbar khususnya di Padang Panjang. Ini dapat terlihat pada penerimaan murid baru tahun ajaran 2014-2015 banyak siswa yang mendaftar 950 orang hampir seribu orang sedangkan yang diterima hanya sekitar 360 orang. Sekolah ini juga mempunyai asrama, karena banyak anak-anak yang berasal dari luar padang panjang seperti Sawahlunto, Sijunjung, Damashraya, Padang, Pekanbaru dan lain-lain. Jadi siswa disini terdiri dari beraneka ragam suku dan budaya. Untuk masuk MTsN ini selain melihat rata-rata nilai rapor minimal 7 juga diadakan tes tertulis dan praktek. Sehingga anak yang masuk benar-benar anak- anak pilihan. KKM untuk mata pelajaran Matematika adalah 75. Ini terbukti banyaknya lulusan MTsN yang diterima disekolah favorit seperti SMA 1 Padang Panjang, SMA 1 Sumbar dan lain-lain.
(2)   kecakapan dasar spesifik (pengetahuan, keterampilan, dan sikap tentang topik)
Segitiga bukanlah materi pelajaran yang baru bagi siswa kelas 7 MTsN Padang Panjang karena sewaktu di SD mereka juga sudah mempelajari tentang segitiga. Jadi siswa sudah mengetahui tentang segitiga dan rumus luasnya tapi belum mengetahui dari mana datangnya rumus luas segitiga tersebut.
(3) gaya belajar.
   Menurut Heinich (1996) bahwa varibel gaya belajar dapat dikategorikan sebagai:
1.      Pilihan persepsi dan kekuatan
Hal ini terutama menyangkut kebiasan audio (mendengar), visual (melihat) dan kinestetik (gerak). Rata-rata siswa di kelas VII MTsN Padang Panjang ini lebih cenderug kinestetik (gerak).

2.      Kebiasaan memproses informasi
Hal ini behubungan dengan bagaimana individual cenderung dalam proses kognitif  dari informasi. Model Gregorc “ Mind Style” mengelompokkan siswa berdasarkan kebiasaan gaya berpikir konkret versus abstrak dan random versus berurutan. Kebiasaan siswa memperoleh informasi, rata-rata cenderung berfikir konkrit. Sedangkan matematika itu bersifat abstrak, sehingga guru harus bisa membawa siswa ke berfikir konkrit.Pada siswa kelas VII MTsN Padang Panjang, rata-rata siswa cenderung berpikir konkret.

3.      Faktor Motivasi
Ini menyangkut  keinginan dari siswa, motivasi internal atau eksternal, motivasi berprestasi, motivasi sosial, kompetitif. Siswa MTsN adalah siswa pilihan yang masuk kesana namun, motivasi belajar siswa masih ada yang rendah ini terlihat pada keseriusan dalam belajar dan membuat tugas dan PR. Sehingga masih adanya nilai siswa dibawah KKM.

4.      Faktor Psikologi
Hal ini dihubungkan dengan perbedaan gender (jenis kelamin), kesehatan, kondisi l      ingkungan yang akan berakibat proses pembelajaran terjadi secara efektif. Kondisi lingkungan siswa di MTsN Padang Panjang sudah tersentuh teknologi, dan para siswa senang melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan fisik. Sekolah sudah mempunyai labor computer, LCD Proyektor dan wifi. Sehingga anak lebih mudah dalam pembelajaran.
S: Tentukan standar dan tujuan pembelajaran sespesifik mungkin. Mulailah dengan menyusun kurikulum dan teknologi standar yang diadopsi oleh kabupaten anda, karena ini didasarkan pada kriteria kinerja siswa  nasional. Tujuan yang dinyatakan nama peserta didik untuk siapa tujuannya dimaksudkan, tindakan (perilaku) yang harus didemonstrasikan, kondisi di mana perilaku atau kinerja akan diamati, dan sejauh mana pengetahuan atau keterampilan baru harus dikuasai. 
            Pembelajaran yang dilakukan harus sesuai dengan kurikulum yang ada. Guru harus menentukan standard dan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan.  Sebelum guru  membahas tentang segitiga guru harus menyampaikan kepada siswa apa tujuan dari pembelajaran yang akan diberikan sehingga siswa mengetahui untuk apa dia mempelajari materi tersebut. Untuk menentukan tujuan belajar kita perlu menetapkan ABCD, Yakni:
a.      Audience, yakni sasaran tujuan yang akan ditargetkan pada siswa, guru perlu menentukan dengan jelas sasaran dari tujuan pembelajaran segitiga tersebut, yaitu apa yang bisa dilakukan oleh siswa setelah pembelajaran. Perancangan media ini ditujukan bagi siswa MTsN Padang Panjang
b.      Behaviour (perilaku), inti dari tujuan adalah kata kerja yang menjelaskan kemampuan baru yang didapatkan siswa setelah mengikuti pembelajaran, artinya setelah mengalami pembelajaran siswa lebih memahami rumus luas segitiga tersebut.
c.       Condition (Kondisi), yakni suatu kondisi dimana siswa akan bekerja dan belajar, yang kemudian dinilai oleh guru, misalnya buku, lembar kerja, dll.
Setelah siswa memahami darimana datangnya rumus luas segitiga tersebut, siswa diminta mengerjakan latihan yang ada pada buku paket supaya lebih paham lagi tentang materi tersebut.
d.      Degree (tingkat), yakni tujuan mengindikasikan standar /kriteria penilaian satu pembelajaran. Guru melakukan penilain untuk melihat apakah siswa sudah mengerti atau memahami materi tersebut.
S: Pemilihan Strategi, Media dan materi. Tugas Anda sekarang adalah untuk membangun sebuah jembatan antara dua titik dengan memilih strategi yang tepat, teknologi, dan media, dan bahan-bahan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Pada tahap memilih metode. Ada beberapa metode yang dipilih, kemudian dicampur berdasarkan tahapan tertentu. Pada tahap awal, guru menjelaskan materi umum dengan mempresentasikan powerpoint materi segitiga. Setelah itu guru, mendemonstarsikan cara menentukan rumus luas segitiga (Strategi Demonstrasi), guru mengarahkan siswa untuk meningkatkan pembelajaran dengan mengarahkan siswa untuk bekerjasama secara kooperatif untuk mendiskusikan cara menentukan rumus luas segitiga tersebut. Pada akhirnya, siswa dan guru membuat kesimpulan dan guru memberikan tes uraian untuk mengetahui perkembangan kemamapuan siswa memahami konsep. Teknologi yang digunakan laptop, LCD proyektor ketika guru menggunakan powerpoint untuk menyampaikan materi secara umum. Media yang digunakan adalah gambar segitiga. Fungsi atau kegunaan media ini adalah melatih pemahaman anak agar mampu menemukan sendiri rumus luas segitiga. Pada pembelajaran di kelas, biasanya guru mencari rumus luas segitiga didekati dari luas persegi panjang. Hal ini dilakukan agar konsep baru yang akan dipelajari (konsep luas segitiga) terhubung dengan konsep yang sudah dikuasai siswa sebelumnya (konsep luas persegipanjang). Dengan begini pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa. Pembelajaran mencari rumus luas segitiga yang didekati dari luas persegipanjang dapat dilakukan dengan bantuan alat peraga matematika. Dengan langkah-langkah sbb:



a.         Gambarlah sebuah segitiga sebarang dengan ukuran alas dan tinggi sebarang pada kertas petak !
b.         Potong menurut sisi-sisinya !
c.         Tentukan mana sisi alas dan tinggi segitiga !
d.         Potong menurut garis ½ tinggi bangun apa saja yang terbentuk ?
e.         Pada bangun segitiga potonglah menurut garis tinggi ! Bangun apa saja yang terbentuk ?
f.          Bentuklah potongan-potongan tsb menjadi persegipanjang !
g.         Ternyata luas segitiga,  = luas ….
h.         l persegipanjang = ½ t segitiga
 p persegipanjang = a segitiga

            Dengan demikian siswa dapat menyimpulkan bahwa rumus luas segitiga
            L = a x ½ t
U: Memanfaatkan teknologi, media, dan bahan-bahan agar dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Untuk melakukan hal ini, ikuti "5P" proses: Meninjau teknologi, media, dan bahan pembelajaran; Siapkan teknologi, media, dan bahan pelajaran; Siapkan lingkungan; Siapkan peserta didik, dan Memberikan pengalaman belajar.
1.      Preview the Materials (Meninjau Materi)
Materi pada perancangan ini adalah pada materi-materi yang terkait dengan kompetensi dasar:  Sifat-sifat bangun datar dan menggunakannya untuk menentukan keliling dan luas dengan indicator Menentukan Luas segitiga.

2.      Prepare Materials (Menyiapkan Materi)
Selanjutnya guru mata pelajaran matematika mempersiapkan media dan materi untuk melaksanakan aktivitas pembelajaran dikelas. Seperti powerpoint yang berisi materi yang akan disampaikan kepada siswa agar siswa mengetahui langkah-langkah apa saja yang akan dilakukannya dalam menggunakan media gambar segitiga untuk menemukan rumus luas segitiga.
3.      Prepare the Environmental (Menyiapkan Lingkungan)
Pembelajaran dapat dilakukan di ruang kelas. Menyiapkan semua fasilitas-fasilitas yang akan digunakan dalam pembelajaran untuk memudahkan siswa menggunakan materi dan media. Seperti menyiapkan computer/ laptop, LCD proyektornya dan gambar segitiga dan fasilitas lainnya yang dapat mendukung pembelajaran.
4.      Prepare the Learner (Menyiapkan Siswa)
Agar proses belajar mengajar dikelas berjalan dengan lancar, maka perlu menyiapkan para siswa atau pembelajar yang meliputi:
                             1.     Memberi salam dan berdo’a
                             2.     Mengingatkan siswa akan kesiapan untuk memulai mata pelajaran .
                             3.      Mengabsen  siswa diawal pembelajaran
                               4.     Melihat kelengkapan alat-alat yang dibutuhkan untuk pembelajaran
5.      Memulai pelajaran setelah semua siswa dalam kondisi siap.
6.      Menyampaikan kompetensi dasar, indikator, materi pokok dan tujuan pembelajaran.
7.        Mempersiapkan sarana dan prasarana untuk melakukan diskusi kelompok (tempat, peserta, dan waktu).
8.        Memerintahkan siswa menempati kelompok belajar yang telah ditentukan.
9.      Menyediakan alat-alat, buku-buku yang relevan dengan materi yang akan dibahas.
10.  Menentukan dan menjelaskan materi kepada siswa dengan bantuan powerpoint.
11.  Menyiapkan media gambar segitiga
5.      Prepare the Learning Experience (Menyiapkan Pengalaman Pembelajaran)
Proses pembelajaran yang dilakukan berpusat pada siswa, guru harus berperan sebagai fasilitator, membantu siswa untuk mengeksplorasi materi dan media yang disediakan, mendiskusikan isi materi, menyiapkan materi seperti fortopolio, atau mempresentasikan dengan teman sekelas mereka. Dalam Hal ini siswa melihat tayangan dari power point setelah itu siswa baru mencobakan cara menemukan rumus luas segitiga sesuai dengan petunjuk yang ada pada power point tersebut.
     
R: Memerlukan partisipasi siswa, Agar efektif pembelajaran harus memerlukan keterlibatan mental yang aktif peserta didik. Menyediakan kegiatan yang memungkinkan mereka untuk mempraktekkan pengetahuan atau keterampilan baru dan menerima umpan balik pada upaya mereka sebelum secara resmi dinilai.
                              Dengan menggunakan media computer dan gambar segitiga siswa bisa menemukan sendiri rumus luas segitiga guru hanya bersifat sebagai fasilitator siswa yang lebih aktif. Dan siswa akan mengajukan pertanyaan apabila ada yang meragukan mereka tentang materi yang sedang mereka pelajari.
E: Evaluasi berdampak terhadap belajar siswa. Penilaian ini tidak hanya menguji sejauh mana siswa mencapai tujuan pembelajaran, tetapi juga memeriksa seluruh proses pembelajaran dan dampak penggunaan teknologi dan media. Dimanapun ada perbedaan antara tujuan pembelajaran dan hasil siswa, merevisi rencana pelajaran untuk mengatasi bidang yang menjadi perhatian.
                                        Pada tahap evaluasi ini guru memberikan evaluasi berupa tes uraian singkat guna melihat seberapa besar pemahaman siswa tentang materi yang telah disampaikan. Selain itu, guru juga memberikan pekerjaan ruman. Dan pada tahap revisi guru mengumumkan hasil tes siswa dan kemudian melakukan revisi atau perbaikan terhadap pemahaman yang salah dari siswa tersebut. Selain hasil belajar siswa yang dievaluasi apakah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, kita juga mengevaluasi strategi, model pembelajaran dan media pembelajaran yang kita gunakan apakah sesuai dengan materi pelajaran, dan keadaan siswanya dan apakah dapat meningkatkan minat siswa belajar. Jika ada yang tidak sesuai maka dilakukan revisi. Sehingga untuk pembelajaran berikutnya lebih baik lagi. Untuk itu gunakanlah model ASSURE sebelum merancang pembelajaran karena Model ASSURE menunjukan beberapa poin penting yang dapat digunakan untuk merencanakan pembelajaran yang efektif dengan menggunakan teknologi dan media untuk mendukung dan meningkatkan belajar siswa.
BAB III
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan        :  MTsN Padang Panjang
Mata Pelajaran               : Matematika
Kelas/semester               : VII/Satu
Materi Pokok                  : Bangun Datar Segi Tiga
Alokasi Waktu               : 1 pertemuan (2 JP)

I.         Kompetensi Inti
1
:
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2
:
Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotongroyong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3
:
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4
:
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. 

 
 
        Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi





No
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi

  1.  
1.1   Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
1.1.1  Mempertebal keyakinan terhadap kebesaran Tuhan setelah melihat keteraturan yang ada di alam sekitar.
1.1.2  Bersyukur atas kebesaran Tuhan dengan adanya keunikan segitiga  di alam semesta.

  1.  
2.2   Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika, yang terbentuk melalui pengalaman belajar.
2.2.1  Memiliki rasa ingin tahu tentang segi tiga yang disekitar siswa.
2.2.2  Berani memberikan contoh lain tentang segitiga yang ada di alam sebagai suatu bagian pola yang dipelajari dalam matematika.
2.2.3  Mencari contoh-contoh lain adanya segitiga  di alam .



  1.  
3.5  sifat-sifat bangun datar dan menggunakannya untuk menentukan keliling dan luas
3.5.1    Menuliskan sifat sifat segitiga.
3.5.2    Menentukan Keliling segitiga.
3.5.3    Menentukan Luas segitiga.
3.5.4    Menentukan Sudut sudut dalam segitiga.
3.5.5    Menentukan pola segitiga pascal.
4.
4.1      Menggunakan pola dan generalisasi untuk menyelesaikan masalah.
4.1.1    Menggunakan sifat sifat segitiga untuk menyelesaikan masalah.
4.1.2    Menggunakan keliling segitiga untuk menyelesaikan masalah.
4.1.3    Menggunakan Luas segitiga dalam menyelesaikan masalah.
4.1.4    Menggunakan segitiga dalam menyelesaikan masalah.



II.    Tujuan Pembelajaran

   Melalui pengamatan, tanya jawab, penugasan individu, berpasangan dan kelompok, diskusi kelompok, siswa dapat mengembangkan rasa ingin tahu, tanggung jawab dan menghayati ajaran agama yang dianutnya dalam :
1.      Menentukan luas segitiga 
2.    Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan keliling/luas persegi segitiga 
III. Materi Pelajaran.


Menentukan Luas segitiga.

Menentukan luas segitiga terbagi 2 macam, yaitu :

-          Segitiga siku siku

-          Segitiga sembarang

Untuk menentukan segitiga siku siku

Terlebih dahulu menentukan tinggi segitiga tersebut

maka dapat di gunakan rumus

  L=1/2 x a x t
           
 Menentukan Luas segitiga.
Menentukan luas segitiga terbagi 2 macam, yaitu :
-          Segitiga siku siku
-          Segitiga sembarang
Untuk menentukan segitiga siku siku
Terlebih dahulu menentukan tinggi segitiga tersebut
maka dapat di gunakan rumus
                         L= 1/2 x a x t     
               Untuk segitiga sembarang, menentukan luas segitiga adalah sebagai berikut:
Sisi sisi segitiga yang mempunyai nama a, b dan c tersebut dicari nilai S terlebih dahulu. Simana nilai S tersebut di peroleh dari     
 
Setelah di peroleh nilai S maka Luas dari segitiga sembarang dapat di tentukan dengan 

IV.    Metode Pembelajaran
1.    Pendekatan Saintifik
2.    Pendekatan Kontekstual
3.    Pembelajaran Kooperatif

V.       Sumber Belajar
1.        Sinaga, Bornok, dkk.  2013. Matematika. SMP/MTs Kelas VII. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta : Politeknik Negeri Media Kreatif.

VI.    Media Pembelajaran
                                1.     Media
Power point dan gambar segitiga
                                2.     Alat dan bahan
Komputer, infocus, power point
 
VII. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran         
Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
1.    Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran
2.    Memberikan petanyaan menantang
3.    Melalui tanya jawab, peserta didik diingatkan kembali materi tentang persegi panjang dan persegi yang telah di pelajari.
4.    Memperlihatkan slide power point yang berhubungan dengan segitiga.
5.    Menyampaikan manfaat materi pelajaran.
6.    Menyanmpaikan tujuan pembelajaran
7.    Menyampaikan cakupan materi
8.    Menyampaikan KI 3 dan KI 4 yang berimplementasi pada KI 1 dan KI 2
9.    Menyampaikan rencana kegiatan.
Kegiatan Inti (55 Menit)
1.      Mempersilahkan siswa duduk berdekatan dengan teman sebangkunya.
2.      Menayangkan slide power point ttg segitiga.
3.      Siswa mencobakan cara menemukan rumus luas segitiga yang ditayangkan di slide power point ttg segitiga tadi. Dengan langkah-langkah:

a.         Gambarlah sebuah segitiga sebarang dengan ukuran alas dan tinggi sebarang pada kertas petak !
b.         Potong menurut sisi-sisinya !
c.         Tentukan mana sisi alas dan tinggi segitiga !
d.         Potong menurut garis ½ tinggi bangun apa saja yang terbentuk ?
e.         Pada bangun segitiga potonglah menurut garis tinggi ! Bangun apa saja yang terbentuk ?
f.          Bentuklah potongan-potongan tsb menjadi persegipanjang !
g.         Ternyata luas segitiga,  = luas ….
h.         l persegipanjang = ½ t segitiga
 p persegipanjang = a segitiga
4.        Meminta beberapa orang siswa untuk mempresentasikan ke depan
5.      Memberikan latihan
 Kegiatan Penutup (15 menit)
1.      Bersama sama siswa memberikan refleksi dan membuat rangkuman.
2.      Memberikan kuis.
3.      Memberikan umpan balik berupa tugas rumah dan berupa materi yang akan di pelajari berikutnya.
4.      Menutup pelajaran

a.        Penilaian
1.         Sikap spiritual
a.        Teknik Penilaian: Observasi
b.        Bentuk Instrumen: Lembar observasi
c.         Kisi-kisi:
No.
Sikap/nilai
Butir Instrumen

  1.  
Mengerjakan ibadah
1-4

  1.  
Bersyukur atas kebesaran Tuhan
2-3
Instrumen: lihat Lampiran 1
2.         Sikap sosial
a.        Teknik Penilaian  : Tes
b.        Bentuk Instrumen: Angket
c.         Kisi-kisi:
No.
Sikap/nilai
Butir Instrumen

  1.  
Jujur
1

  1.  
Disiplin
2-3

  1.  
Toleransi
4-5

  1.  
Gotong royong
6

  1.  
Percaya diri
7
Instrumen: lihat Lampiran 2

3.         Pengetahuan
                                   a.            Teknik Penilaian: Tes
                                   b.            Bentuk Instrumen: Uraian
                                   c.            Kisi-kisi:
No.
Indikator
Butir Instrumen
1.
Menyebutkan jenis jenis segitiga berdasarkan sisi dan sudut
1
2.
Menentukan rumus Luas segitiga
2
3.
Menentukan Luas segitiga
3
 Instrumen: lihat Lampiran 3



      4. Keterampilan
a.        Teknik Penilaian: Observasi
b.        Bentuk Instrumen: Lembar Observasi
c.         Kisi-kisi:
    
    

VII. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran         

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)

1.    Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran

2.    Memberikan petanyaan menantang

3.    Melalui tanya jawab, peserta didik diingatkan kembali materi tentang persegi panjang dan persegi yang telah di pelajari.

4.    Memperlihatkan slide power point yang berhubungan dengan segitiga.

5.    Menyampaikan manfaat materi pelajaran.

6.    Menyanmpaikan tujuan pembelajaran

7.    Menyampaikan cakupan materi

8.    Menyampaikan KI 3 dan KI 4 yang berimplementasi pada KI 1 dan KI 2

9.    Menyampaikan rencana kegiatan.

Kegiatan Inti (55 Menit)
1.      Mempersilahkan siswa duduk berdekatan dengan teman sebangkunya.
2.      Menayangkan slide power point ttg segitiga.
3.      Siswa mencobakan cara menemukan rumus luas segitiga yang ditayangkan di slide power point ttg segitiga tadi. Dengan langkah-langkah:

a.         Gambarlah sebuah segitiga sebarang dengan ukuran alas dan tinggi sebarang pada kertas petak !
b.         Potong menurut sisi-sisinya !
c.         Tentukan mana sisi alas dan tinggi segitiga !
d.         Potong menurut garis ½ tinggi bangun apa saja yang terbentuk ?
e.         Pada bangun segitiga potonglah menurut garis tinggi ! Bangun apa saja yang terbentuk ?
f.          Bentuklah potongan-potongan tsb menjadi persegipanjang !
g.         Ternyata luas segitiga,  = luas ….
h.         l persegipanjang = ½ t segitiga
 p persegipanjang = a segitiga
4.        Meminta beberapa orang siswa untuk mempresentasikan ke depan
5.      Memberikan latihan
 Kegiatan Penutup (15 menit)
1.      Bersama sama siswa memberikan refleksi dan membuat rangkuman.
2.      Memberikan kuis.
3.      Memberikan umpan balik berupa tugas rumah dan berupa materi yang akan di pelajari berikutnya.
4.      Menutup pelajaran

a.        Penilaian
1.         Sikap spiritual
a.        Teknik Penilaian: Observasi
b.        Bentuk Instrumen: Lembar observasi
c.         Kisi-kisi:
No.
Sikap/nilai
Butir Instrumen

  1.  
Mengerjakan ibadah
1-4

  1.  
Bersyukur atas kebesaran Tuhan
2-3
Instrumen: lihat Lampiran 1
2.         Sikap sosial
a.        Teknik Penilaian  : Tes
b.        Bentuk Instrumen: Angket
c.         Kisi-kisi:
No.
Sikap/nilai
Butir Instrumen

  1.  
Jujur
1

  1.  
Disiplin
2-3

  1.  
Toleransi
4-5

  1.  
Gotong royong
6

  1.  
Percaya diri
7
Instrumen: lihat Lampiran 2

3.         Pengetahuan
                                   a.            Teknik Penilaian: Tes
                                   b.            Bentuk Instrumen: Uraian
                                   c.            Kisi-kisi:
No.
Indikator
Butir Instrumen
1.
Menyebutkan jenis jenis segitiga berdasarkan sisi dan sudut
1
2.
Menentukan rumus Luas segitiga
2
3.
Menentukan Luas segitiga
3
 Instrumen: lihat Lampiran 3



      4. Keterampilan
a.        Teknik Penilaian: Observasi
b.        Bentuk Instrumen: Lembar Observasi
c.         Kisi-kisi:
     

    
NO
Indikator
Butir Instrumen
1.
Memberi nama segitiga
1
2.
Membuat garis tinggi pada setiap segitiga dan menentukan luasnya
3
3.
Mempresentasikan dengan baik
4


Mengetahui                                        Padang Panjang, Juni 2014
Kepala MTsN Padang Panjang            Guru Mata Pelajaran


Drs. EDI MARDAFULY                 LIZA FITRI
NIP. 19630411 199203 1 006            NIP. 19810811 200604 2 019

Instrumen Pengetahuan
Soal.
1.      Sebut kan jenis jenis segitiga berdasarkan sisi dan sudut nya
2.      Gambar garis tinggi pada segitiga                                                                                                           
3.      Terntuka luas sebuah segitiga jika di tentukan tingginya 12 cm dan alas segitiga tersebut 8 cm.

Rubrik Penilaian
Soal
Kunci Jawaban
Nilai
Sebutkan jenis jenis segitiga berdasarkan sisi dan susut
Berdasarkan sudut

Segitiga siku-siku
1
Segitiga tumpul
1
Segitiga lancip
1
Berdasarkan Sisi

Segitiga sama sisi
1
Segitiga sama kaki
1
Segitiga sembarang
1
Menggambar garis tinggi

4
Tentuka luas sebuah segitiga jika di tentukan tingginya 12 cm dan alas segitiga tersebut 8 cm.


Diketahui
t = 12 cm , a = 8 cm
2
Ditanya : L .....?
1
Jawab  :    L = (a x t ) : 2
2
    L  = ( 12 x 8 ) : 2
2
    L  = 96 : 2
1
    L = 48 cm2
1
Jadi Luas segitiga tersebut 48 cm2
1
Jumlah
20

Nilai =




BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Media pembelajaran merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Melalui media pembelajaran guru akan lebih mudah dalam menyampaikan materi dan siswa akan lebih terbantu dan mudah belajar. Media pembelajaran adalah perantara yang membawa pesan atau informasi antara sumber dan penerima. Karena itu sebelum kita menggunakan suatu media sebaiknya kita lakukan analisis terlebih dahulu supaya media yang kita gunakan itu tepat sasarannya. Hal ini dengan menggunakan Model ASSURE.
Tujuan dari Model ASSURE  ini adalah agar dapat sebagai pedoman dan masukan untuk perbaikan strategi dan penggunaan teknologi dan media yang tepat di dalam ruangan kelas. Serta pendekatan-pendekatan yang kita gunakan dalam pembelajaran agar tujuan dari pendidikan itu tercapai. Model ASSURE menunjukan beberapa poin penting yang dapat digunakan untuk merencankan pembelajaran yang efektif dengan menggunakan teknologi dan media untuk mendukung dan meningkatkan belajar siswa. Model ini menggabungkan bagian yang paling penting dari perencanaan
Saran
   Dalam pembelajaran guru hendaknya mampu menggunakan alat peraga atau media pembelajaran agar siswa lebih termotivasi dalam belajar. Media yang digunakan hendaklah sesuai dengan kemampuan guru dan fasilitas yang ada di tempat tersebut. Perancangan media tersebut hendaklah menggunakan pendekatan ASSURE agar terencana secara sistematis.



DAFTAR PUSTAKA

Achsin, A.1986. Media Pendidikan dalam kegiatan Belajar-Mengajar. Ujung pandang: Penerbit IKIP Ujung Pandang.
Anderson, R.H. 1983. Pemilihan dan Pengembangan Media Untuk Pembelaran. Jakarta: Universitas Terbuka dan Pusat Antar Universitas di Universitas terbuka
    Arsyad Azhar. 1996.  Media Pembelajaran. Jakarta: PT Grafindo Persada.
Hamalik, Oemar.  1994. Media Pendidikan. ( Cetakan ke-7 ). Bandung: Pt Citra Aditya Bakti.
Latuheru, J.D. 1993.  Media Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar Kini. Ujung Pandang: IKIP Ujung Pandang.
Sadiman dkk. 1986. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada




Smaldino, Sharon E, Lowther, Deborah L., Russell, James D. 2008. Instructional Technology and Media for Learning. Boston: Pearson
Smaldino, Sharon E, Lowther, Deborah L., Russell, James D. 2012. Instructional Technology and Media for Learning. Boston: Pearson
Sudjana, N dan Rivai A. 1990. Media Pengajaran. Bandung: C.V Sinar Baru.




 

1 komentar:

  1. Titanium bikes - Titsanium Arts
    Titanium bikes have an adjustable titanium build for kodi handle, titanium plate flat iron but can also be used for other accessories. Use it to 바카라 attach columbia titanium boots your new bicycle. - Titsanium. omega titanium

    BalasHapus